Dugaan Diskriminasi WNI di Komunitas Lari Canggu, Ni Luh Djelantik Bereaksi
Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik, menyoroti dugaan diskriminasi terhadap warga negara Indonesia di sebuah komunitas lari di kawasan Canggu, Bali.
Kronologi Dugaan Diskriminasi
Persoalan ini mencuat ke publik setelah adanya laporan mengenai perilaku tidak menyenangkan yang menimpa sejumlah warga lokal dalam sebuah kegiatan komunitas lari di Canggu. Dugaan diskriminasi ini memicu perdebatan hangat di media sosial terkait eksklusivitas kelompok tertentu di kawasan wisata populer tersebut.
Beberapa pihak menilai bahwa terdapat sekat sosial yang membedakan antara warga asing (ekspatriat) dengan warga negara Indonesia (WNI) dalam aktivitas olahraga komunitas. Hal ini memicu keresahan mengenai inklusivitas ruang publik bagi masyarakat lokal di Bali.
Respons Ni Luh Djelantik
Ni Luh Djelantik, yang merupakan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Bali, memberikan tanggapannya melalui unggahan di media sosial. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas fenomena yang mencederai rasa keadilan bagi warga lokal.
"Kasus ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap bagaimana integrasi sosial berjalan di kawasan pariwisata seperti Canggu."
Djelantik menekankan pentingnya menjaga harmoni antara komunitas ekspatriat dan masyarakat setempat agar tidak terjadi gesekan sosial yang lebih luas. Ia mendesak agar setiap komunitas di Bali, tanpa memandang latar belakang kewarganegaraan, dapat bersifat inklusif dan menghormati norma lokal.
Dampak Sosial di Kawasan Canggu
Fenomena ini menjadi refleksi bagi pengembangan kawasan pariwisata di Bali. Canggu, yang kini menjadi pusat gaya hidup digital nomad dan ekspatriat, menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi pariwisata dan perlindungan hak sosial warga lokal.
Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam kasus ini meliputi:
- Potensi terjadinya eksklusivitas kelompok berbasis kewarganegaraan dalam kegiatan komunitas.
- Pentingnya edukasi mengenai etika sosial bagi pendatang di wilayah Bali.
- Peran tokoh publik dan pemerintah dalam memediasi konflik sosial di area wisata.
Hingga saat ini, pihak komunitas lari yang dimaksud belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan diskriminasi tersebut. Kasus ini terus dipantau oleh masyarakat luas sebagai bagian dari evaluasi terhadap dinamika sosial di Bali.

/data/photo/2025/06/02/683d1bb863ba1.jpg)

/data/photo/2026/07/23/6a620b0b11319.jpeg)