ADVERTISEMENT

Pakar Desak Regulasi AI dan Perlindungan Tenaga Kerja di SONA

2026-07-26
Pakar Desak Regulasi AI dan Perlindungan Tenaga Kerja di SONA

Para pakar teknologi mendesak Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. untuk menetapkan tata kelola AI nasional dan perlindungan tenaga kerja pada SONA mendatang.

Urgensi Tata Kelola Kecerdasan Buatan

Para ahli teknologi di Filipina meminta Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. untuk memprioritaskan pembentukan kerangka kerja nasional yang terpadu terkait pengembangan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini diharapkan dapat menjadi agenda utama dalam pidato State of the Nation Address (SONA) mendatang.

Fokus utama dari desakan ini adalah menciptakan regulasi yang mampu menyeimbangkan inovasi teknologi dengan mitigasi risiko. Para ahli menilai bahwa tanpa panduan nasional yang jelas, adopsi AI di berbagai sektor dapat menimbulkan ketidakpastian hukum dan etika.

Perlindungan Sektor Ketenagakerjaan

Selain tata kelola teknologi, para pakar juga menekankan pentingnya perlindungan bagi para pekerja. Integrasi AI dalam proses bisnis dikhawatirkan akan mendisrupsi pasar tenaga kerja secara signifikan jika tidak dibarengi dengan kebijakan mitigasi yang tepat.

Beberapa poin krusial yang disoroti oleh para ahli meliputi:

  • Penyusunan strategi peningkatan keterampilan (upskilling) bagi pekerja yang terdampak otomasi.
  • Penciptaan kebijakan transisi ekonomi yang adil bagi sektor-sektor yang rentan terhadap teknologi AI.
  • Penguatan regulasi ketenagakerjaan guna memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi di era digital.

Menghadapi Disrupsi Digital

Para pemangku kepentingan menekankan bahwa kebijakan yang proaktif sangat diperlukan untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi memberikan manfaat ekonomi yang luas tanpa mengorbankan stabilitas sosial. Penanganan terhadap kesenjangan keterampilan digital menjadi elemen kunci dalam menghadapi transformasi ini.

Integrasi antara kebijakan teknologi dan perlindungan sosial diharapkan dapat membentuk ekosistem digital yang tangguh di Filipina. Para ahli mendesak pemerintah untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan berbasis teknologi, tetapi juga menjaga kesejahteraan tenaga kerja sebagai pilar utama ekonomi nasional.

Baca lebih lanjut
ADVERTISEMENT
Rekomendasi
Rekomendasi